Kesenian Seni Kreasi Kuda Lumping Condro Lelono
Seni Kreasi Kuda lumping yang juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Seni kreasi Kuda lumping yang terdapat di desa jerora satu adalah Seni kreasi Kuda Lumping Condro Lelono. Condro yang berarti penglihatan, dan Lelono yang berarti mengembara/berkelana, jadi mengembara untuk mencari sesuatu yang belum pernah diketahui dibidang kesenian.
Seni Kreasi Kuda Lumping Condro lelono berdiri sejak tahun 2018 yang didirikan oleh Bapak Mujari. Kini terdapat 27 penari yang terdiri dari 10 anak-anak, 9 wanita, dan 8 dewasa. Adapun beberapa pelatih nya yaitu Bapak Sugeng, Edi, dan Asep yang merupakan warga desa jerora satu. Latihan ini diadakan setiap 2 kali dalam seminggu yakni malam rabu dan malam minggu. Kuda Lumping Condro Lelono sudah menampilkan tariannya dibeberapa acara seperti, syukuran terbentuknya Condro Lelono, acara 17 agustus 2019, Jemelak Expo, dan masih banyak lagi. Gerakan tarian yang ditampilkan tidak hanya dari asal daerah pemainn namun perpaduan tarian antara daerah seluruh jawa. Adapun beberapa nama tarian yang telah ditampilkan oleh kuda lumping condro lelono yaitu tarian yang di tampilkan oleh anak-anak yaitu, Tari Buto Cilik, Singo Nyembah. Kemudian yang wanita yaitu Ricik-ricik Eling-eling dan Banyumasan. Sedangkan yang dewasa yaitu Pegon.
Selanjutnya untuk Pengrawit atau Grup Wiyogo (Penabuh) ada sekitar 8 orang yang merupakan warga desa jerora satu yaitu Bapak Wandi, Bapak Suparna, Bapak Mardi, Bapak Juli, Bapak Kadeni, Bapak Ujang, Bapak Supri, dan Bapak Wagimin. Adapun alat yang dimainkan atau yang digunakan yaitu Gong, Kendang, Saron, Dengung, dan Peking.
Fasilitas dan Kegiatan